Rencana
Di adaptasi dari Jurnal kemampuan
membaca melalui kajian Morfologi dalam bahasa
Indonesia oleh Deliana Magdalena.
Perencanaan ini saya buat di adaptasi dari jurnal yang saya baca mengenai kemampuan membaca melalui kajian morfologi
dalam Bahasa Indonesia.
Sebenarnya saya
hanya akan mengambil tujuan dasarnya yakni kemampuan membaca. Saya ingin
melihat proses kreatif sastra yang berkembang di lingkungan kampus, terutama
kampus kesayangan saya Universitas Lambung Mangkurat khususnya Prodi Pendidikan
Bahasa Sastra Indonesia melaju ke arah yang lebih baik dengan pesat.
Untuk saya sendiri,
sebelum terjun ke dalam proses kreatif sastra seperti menulis memang alangkah
gunanya memnbaca terlebih dahulu. Semakin banyak hal yang bisa kita ketahui
maka perbendaharaan serta mungkin jurus-jurus dalam menulis akan dengan mudah
kita kuasai. Saya sendiri merencanakan di dalan satu minggunya wajib membaca
baik buku non fiksi ataupun yang fiksi paling sedikit satu buah buku, dan
paling banyak 2 buku, agar saya sendiri mengetahui dampak dari kebiasaan
membaca tadi. Karena saya akui, saya sendiri masih sangat malas untuk membaca
buku.
Sebagai mahasiswa
yang mendapatkan tugas dari seorang dosen, maka saya akan benar-benar
melaksanakan tugas saya dengan usaha yang maksimal. Tugas saya untuk menulis
jurnal, dan saya merencanakan menulis jurnal mengenai meningkatkan kemampuan
membaca .
Membaca, terutama membaca pemahaman bukanlah sebuah kegiatan yang pasif.
Sebenarnya, pada peringkat yang lebih tinggi, membaca itu, bukan sekedar
memahami lambang-lambang tertulis, melainkan pula memahami, menerima, menolak,
membandingkan dan meyakini pendapat-pendapat yang ada dalam bacaan. Membaca merupakan
keterampilan berbahasa yang sampai sekarang masih lazim untuk di gemari.
Jurnal yang akan
saya buat akan saya mulai dengan aktifitas pengumpulan data. Pengumpulan data
yang akan saya lakukan yakni, terlebih dahulu membaca buku-buku bacaan mengenai
keterampilan membaca. Mencoba menulis jurnal dengan format nemaparkan
pengertian dan pentingnya membaca, bagaimana antusias masyarakat terhadap
budaya membaca, seberapa pentingkah bagi
mereka untuk melakukan aktifitas membaca khususnya buku bacaan. Saya akan
mempelajari hal itu baik dari internet ataupun dari buku bacaan. Namun pada
jurnal ini saya akan saya akan fokus pada kemampuan membaca mahasiswa dan cara
meningkatkannya. Yang biasanya masih sibuk dengan rutinitas perkuliahan dan
segala kegiatan organisasi di luar jam perkuliahan. Apakah benar dengan membaca
akan membentuk karakter positif seorang mahasiswa, khususnya mahasiswa yang
berasal dari prodi pendidkan Bahasa dan Sastra Indonesia. Seperti kita ketahui
, merekalah mahasiswa yang lebih di
tuntut untuk memberikan contoh yang baik di antara yang mahasiswa lain dan
mungkin akan menjadi panutan bagi mereka yang ingin terjun berprofesi sebagai
seorang Guru Bahasa Indonesia.
Karena revisi akan sangat
penting untuk dilaksanakan, saya akan melihat kembali jurnal saya apakah
benar-benar mumpuni untuk di anggap sebagai jurnal yang berkualitas. Jika
jurnal saya tidak menampilkan kejadian yang faktual, aya akan melakukan
perbaikan ulang. Karena manusia memang tempatnya salah, namun saya akan mencoba
dengan penuh kecermatan dalam menulis jurnal saya nanti.
Jika memang benar
membaca bagi mahasiswa adalah kebutuhan yang vital. Mengapa masih ragu untuk
melanjutkan budaya membaca. Alangkah baiknyakebiasaan membaca di tanamkan sejak
dini. Namun, tidak ada kata terlambat bagi siapa saja yang berniat
melakukannya, walaupun seorang mahasiswa yang tengah duduk di bangku
perkuliahan. Hasil yang maksimal akan saya dapatkan ketika
jurnal yang saya tulis benar-benar mampu di tulis dengan baik. Harapan saya,
tulisan jurnal yang saya tulis nantinyaakan mempengaruhi siapa saja yang
membacanya, akan tergugah untuk membaca, paling tidak hatinya akan tercubit
dengan tulisan saya.
Masih adakah alasan untuk menolak ? menunda ?. Karena linguistik saling berpengaruh dan tak terhindarkan. Selagi Tuhan yang Maha Kasih, masih memberikan kita anugerah kemampuan
melihat dan kesempatan untuk belajar untuk apa bermalas - malasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar