“Mahasiswa
lama yang tak berjiwa seperti Mahasiswa Baru”
Sangat tampak bahwa ’Mahasiswa baru’ dan ‘Mahasiswa lama’
adalah dua jiwa yang berbeda. Perbedaan aura yang terpancar jelas diantara
keduanya.
Dari
berbagai perbedaan diantara ’Mahasiswa baru’ dan ‘Mahasiswa lama’, mereka
mungkin memiliki persamaan yaitu masalah
yang dihadapi. Namun tingkat keseriusan masalah mereka berbeda.
Beberapa dari mahasiswa, belum bisa menikmati
proses belajar yang dihadapi. Padahal belajar itu
bisa dinikmati sedemikian nikmatnya, asal kita mau untuk merubah pola
pikir kita.
Syarat utamanya, jangan jadikan belajar
itu sebagai beban, bayangkan ilmu pengetahuan itu adalah tantangan
besar yang penuh misteri. Segala hal memang
yang dinikmati akan jauh lebih baik hasilnya daripada didorong dari
beban dan rasa takut. Namun, masih saja banyak yang mengatakan ini sulit
untuk diterapkan dalam proses belajar.
Bagi
rekan mahasiswa, kejenuhan dan rasa malas tentu bukanlah kosakata yang terlalu
asing. Setuju. Saya pikir tak ada satupun manusia yang tak pernah merasa jenuh
dalam hidupnya. Kejenuhan kadang adalah mimpi buruk yang kerap datang tiba-tiba
tanpa diundang. Tidak adanya semangat dan gairah dalam menempuh hari-hari di
kampus. Malasnya menghadapi setiap mata kuliah, dan hilangnya konsentrasi akut
memamah dan mencerna materi-materi kuliah adalah ciri-ciri utama kala kejenuhan
melanda, tidak peduli mahasiswa rajin atau tidak, dari semua jenis fakultas dan
keilmuwan. Tahun kedua atau masa-masa akhir masa perkuliahan baik akademi atau
strata, adalah masa yang paling rawan.
Biasanya,
berawal dari semester 5 kejenuhan ini sudah mulai muncul ketika di hadapkan
dengan banyaknya tugas yang diberikan dosen, dosen atau pengajar yang
membosankan, materi perkuliahan yang berat atau tidak menarik, atau
alasan-alasan pribadi lain seperti kisah percintaan dan persahabatan yang
semakin rumit ternyata sangat mempengaruhi hal ini pula.
Namun,
bila kebosanan tersebut dibiarkan maka mahasiswa akan mendapatkan kerugian yang
lebih besar. Misalnya mulai malas berangkat kuliah, tugas yang terbengkalai, dan
mungkin mengakibatkan masa perkuliahan akan berlangsung lebih lama dan
tertunda. Selain itu, yang lebih berbahaya adalah ketika mahasiswa kehilangan
keinginan untuk belajar. Mereka tidak akan mendapatkan ilmu apapun dari masa
perkuliahan.
Lalu,
Bagaimana solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejenuhan?
9 Tips jitu
dari saya :
1. Ubah pola pikir
Keadaan
psikologis mahasiswa adalah inti dari rasa nyaman atau bosan. Ketika mahasiswa
merasa bosan, maka tidak ada yang dapat menyakinkan dan meningkatkan semangat
mahasiswa selain mahasiswa itu sendiri.
Tugas
yang menumpuk adalah salah satu alasan di tingkat paling atas dari mengapa
mahasiswa merasa bosan. Padahal bila mau sedikit membuka pikiran, tugas-tugas
yang diberikan sebenarnya tidak terlalu banyak dan berat bila dibandingkan
dengan tugas-tugas dan pekerjaan rumah sewaktu menjadi pelajar sekolah menengah
atas.
2. Berhenti sejenak dari aktifitas rutin
Jika kegiatan kampus atau organisasi membuat kita
semakin penat, cobalah untuk
berhenti sejenak dari kegiatan rutin kita selama beberapa saat.
3. Sayangi dan manjakan diri sejenak
Luangkan
waktu disuatu tempat yang teduh dan menyenangkan atau luangkan waktu untuk
membaca novel atau komik yang kita suka.
Intinya
lakukanlah hal-hal yang kita sukai dan positif karena dengan melakukan
kegiatan-kegiatan yang kita sukai dapat membuat diri kita menjadi lebih rileks.
4. Cari motivasi dari super motivator
Motivasi. Motivator handal akan membuat
kita menjadi pribadi yang berangsur membaik dari sebelumnya, bersemangat
menjalani kehidupan yang indah ini.
Percayalah.
5. Fokus dengan apa yang disukai
Fokuslah
pada satu bagian. Sebagai contoh, dalam perkuliahan jurusan Bahasa Indonesia,
terdapat mata kuliah seperti fonologi, drama, keterampilan berbicara, dan wacana.
Kadang tidak semua disukai dan dikuasai. Cara satu-satunya agar tidak tersiksa
bosan, fokus saja pada mata kuliah yang paling disukai, atau paling dikuasai,
atau yang paling menyenangkan.
6. Cobalah berpikir dengan hukum ekonomi, keuntungan
Jika
tips diatas masih kurang berhasil. Maka
kita harus banyak – banyak merenung dan berhitung. Ingat bahwa ketika kita
kuliah, cukup banyak dana yang dibutuhkan untuk membayar keperluan kuliah kita.
Jangan sampai biaya yang dihabiskan terbuang sia-sia. Jangan mau rugi dengan
hanya menerima keadaan.
Hilangkan
rasa bosan dengan meningkatkan semangat melalui materi kuliah itu sendiri.
Meskipun bosan, jangan sampai tidak mendapatkan sesuatu apapun dari kampus,
baik ilmu, pengetahuan, atau pengalaman. Semuanya sangat berharga, jangan
sampai menyesal ketika masa kebosanan telah terlewati, kita baru sadar bahwa
telah melewati banyak hal.
7. Cintai dunia kampus bukan cinta biasa
Tips terakhir yang mungkin dapat
dipertimbangkan adalah cintai kampus, dan segala hal tentang kampus. Tidak ada
gunanya semua tips bila mahasiswa sendiri sebenarnya ‘tidak punya hati’
terhadap perkuliahannya. Ada baiknya sang mahasiswa kembali mengingat memori
awal kuliah. Ia harus kembali mengingat jurusan yang ia pilih itu itu
menyenangkan, dan kisah kampus harus dihiasi dengan warna-warna indah.
8. Bayangkan
kembali rencana dengan sahabat-sahabat setelah lulus
Kebahagiaan yang pernah kamu impikan
bersama teman-temanmu. Toh, kamu tentu juga pernah membayangkan kebahagiaan
saat hari wisudamu tiba dimana keluarga dan orang-orang terdekatmu akan datang
saat hari spesial itu. Manisnya. Tangis haru dan rasa bahagia akan kamu rasakan
saat itu. Hingga kamu akan meneruskan kembali mimpimu dengan gelar yang menjadi
impianmu dan kedua orang tuamu.
9. Prinsip ‘Lanjutkan perjalanan atau Berhenti sama
sekali!’
Ingat ketika kalian memilih jalan ini, apalagi
mahasiswa yang merantau kuliah harus siap dengan segala resiko yang akan di
hadapi. Saat ini satu-satunya cara untuk membahagiakan orang tua adalah dengan
mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, memperoleh pengetahuan sebanyak
mungkin, serta menjadi manusia yang baik di mata Tuhan, keluarga dan sahabat-sahabatmu.
Banyak yang menunggu keberhasilanmu, dan masih banyak harapan yang belum
terwujud.
Kebosanan
ibarat mendung pada masa perkuliahan. Mendung akan berakhir selama kita mampu bertahan
dan berlindung darinya. Jadi sebosan apapun, jangan khawatir, karena semua
orang mengalaminya. Tidak hanya mahasiswa, namun juga pegawai dalam
pekerjaannya, dan manusia dalam hidupnya.
Semangat
buat Rekan-rekan mahasiswa di Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar