Kamis, 21 April 2016

Artikel



“Mahasiswa lama yang tak berjiwa seperti Mahasiswa Baru”

Sangat tampak  bahwa ’Mahasiswa baru’ dan ‘Mahasiswa lama’ adalah dua jiwa yang berbeda. Perbedaan aura yang terpancar jelas diantara keduanya.
Dari berbagai perbedaan diantara ’Mahasiswa baru’ dan ‘Mahasiswa lama’, mereka mungkin memiliki persamaan yaitu masalah  yang dihadapi. Namun tingkat keseriusan masalah mereka berbeda. 
Beberapa dari mahasiswa, belum bisa menikmati proses belajar yang dihadapi.  Padahal belajar itu bisa dinikmati sedemikian nikmatnya, asal kita mau untuk merubah pola pikir kita.
Syarat utamanya, jangan jadikan belajar itu sebagai beban, bayangkan ilmu pengetahuan itu adalah tantangan besar yang penuh misteri. Segala hal memang  yang dinikmati akan jauh lebih baik hasilnya daripada didorong dari beban dan rasa takut. Namun, masih saja banyak yang mengatakan ini sulit untuk diterapkan dalam proses belajar.
Bagi rekan mahasiswa, kejenuhan dan rasa malas tentu bukanlah kosakata yang terlalu asing. Setuju. Saya pikir tak ada satupun manusia yang tak pernah merasa jenuh dalam hidupnya. Kejenuhan kadang adalah mimpi buruk yang kerap datang tiba-tiba tanpa diundang. Tidak adanya semangat dan gairah dalam menempuh hari-hari di kampus. Malasnya menghadapi setiap mata kuliah, dan hilangnya konsentrasi akut memamah dan mencerna materi-materi kuliah adalah ciri-ciri utama kala kejenuhan melanda, tidak peduli mahasiswa rajin atau tidak, dari semua jenis fakultas dan keilmuwan. Tahun kedua atau masa-masa akhir masa perkuliahan baik akademi atau strata, adalah masa yang paling rawan.
Biasanya, berawal dari semester 5 kejenuhan ini sudah mulai muncul ketika di hadapkan dengan banyaknya tugas yang diberikan dosen, dosen atau pengajar yang membosankan, materi perkuliahan yang berat atau tidak menarik, atau alasan-alasan pribadi lain seperti kisah percintaan dan persahabatan yang semakin rumit ternyata sangat mempengaruhi hal ini pula.
Namun, bila kebosanan tersebut dibiarkan maka mahasiswa akan mendapatkan kerugian yang lebih besar. Misalnya mulai malas berangkat kuliah, tugas yang terbengkalai, dan mungkin mengakibatkan masa perkuliahan akan berlangsung lebih lama dan tertunda. Selain itu, yang lebih berbahaya adalah ketika mahasiswa kehilangan keinginan untuk belajar. Mereka tidak akan mendapatkan ilmu apapun dari masa perkuliahan.
Lalu, Bagaimana solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejenuhan?
9 Tips jitu dari saya :
1.       Ubah pola pikir
Keadaan psikologis mahasiswa adalah inti dari rasa nyaman atau bosan. Ketika mahasiswa merasa bosan, maka tidak ada yang dapat menyakinkan dan meningkatkan semangat mahasiswa selain mahasiswa itu sendiri.
Tugas yang menumpuk adalah salah satu alasan di tingkat paling atas dari mengapa mahasiswa merasa bosan. Padahal bila mau sedikit membuka pikiran, tugas-tugas yang diberikan sebenarnya tidak terlalu banyak dan berat bila dibandingkan dengan tugas-tugas dan pekerjaan rumah sewaktu menjadi pelajar sekolah menengah atas.
2.       Berhenti sejenak dari aktifitas rutin
Jika kegiatan kampus atau organisasi membuat kita semakin penat, cobalah untuk berhenti sejenak dari kegiatan rutin kita selama beberapa saat.
3.  Sayangi dan manjakan diri sejenak
Luangkan waktu disuatu tempat yang teduh dan menyenangkan atau luangkan waktu untuk membaca novel atau komik yang kita suka.
Intinya lakukanlah hal-hal yang kita sukai dan positif karena dengan  melakukan kegiatan-kegiatan yang kita sukai dapat membuat diri kita menjadi lebih rileks.

4.  Cari motivasi dari super motivator


Motivasi. Motivator handal akan membuat kita menjadi pribadi yang berangsur membaik dari sebelumnya, bersemangat menjalani kehidupan yang indah ini.  Percayalah.
5.   Fokus dengan apa yang disukai
Fokuslah pada satu bagian. Sebagai contoh, dalam perkuliahan jurusan Bahasa Indonesia, terdapat mata kuliah seperti fonologi, drama, keterampilan berbicara, dan wacana. Kadang tidak semua disukai dan dikuasai. Cara satu-satunya agar tidak tersiksa bosan, fokus saja pada mata kuliah yang paling disukai, atau paling dikuasai, atau yang paling menyenangkan.

6.       Cobalah berpikir dengan hukum ekonomi, keuntungan
Jika tips diatas masih kurang  berhasil. Maka kita harus banyak – banyak merenung dan berhitung. Ingat bahwa ketika kita kuliah, cukup banyak dana yang dibutuhkan untuk membayar keperluan kuliah kita. Jangan sampai biaya yang dihabiskan terbuang sia-sia. Jangan mau rugi dengan hanya menerima keadaan.
Hilangkan rasa bosan dengan meningkatkan semangat melalui materi kuliah itu sendiri. Meskipun bosan, jangan sampai tidak mendapatkan sesuatu apapun dari kampus, baik ilmu, pengetahuan, atau pengalaman. Semuanya sangat berharga, jangan sampai menyesal ketika masa kebosanan telah terlewati, kita baru sadar bahwa telah melewati banyak hal.
7.  Cintai dunia kampus bukan cinta biasa
    Tips terakhir yang mungkin dapat dipertimbangkan adalah cintai kampus, dan segala hal tentang kampus. Tidak ada gunanya semua tips bila mahasiswa sendiri sebenarnya ‘tidak punya hati’ terhadap perkuliahannya. Ada baiknya sang mahasiswa kembali mengingat memori awal kuliah. Ia harus kembali mengingat jurusan yang ia pilih itu itu menyenangkan, dan kisah kampus harus dihiasi dengan warna-warna indah.
8. Bayangkan kembali rencana dengan sahabat-sahabat setelah lulus
     Kebahagiaan yang pernah kamu impikan bersama teman-temanmu. Toh, kamu tentu juga pernah membayangkan kebahagiaan saat hari wisudamu tiba dimana keluarga dan orang-orang terdekatmu akan datang saat hari spesial itu. Manisnya. Tangis haru dan rasa bahagia akan kamu rasakan saat itu. Hingga kamu akan meneruskan kembali mimpimu dengan gelar yang menjadi impianmu dan kedua orang tuamu.
9.       Prinsip ‘Lanjutkan perjalanan atau Berhenti sama sekali!’
  Ingat  ketika kalian memilih jalan ini, apalagi mahasiswa yang merantau kuliah harus siap dengan segala resiko yang akan di hadapi. Saat ini satu-satunya cara untuk membahagiakan orang tua adalah dengan mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, memperoleh pengetahuan sebanyak mungkin, serta menjadi manusia yang baik di mata Tuhan, keluarga dan sahabat-sahabatmu. Banyak yang menunggu keberhasilanmu, dan masih banyak harapan yang belum terwujud.
Kebosanan ibarat mendung pada masa perkuliahan. Mendung akan berakhir selama kita mampu bertahan dan berlindung darinya. Jadi sebosan apapun, jangan khawatir, karena semua orang mengalaminya. Tidak hanya mahasiswa, namun juga pegawai dalam pekerjaannya, dan manusia dalam hidupnya.
Semangat buat Rekan-rekan mahasiswa di Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar